Gayus Tambunan “pintar tapi tak beretika”

Kasus Gayus Tambunan bermula ketika PPATK menemukan adanya transaksi yang mencurigakan pada rekening Gayus Tambunan dan tebukti melakukan penggelapan pajak yang nilainya cukup fantastis, yaitu kurang lebih 1,7 triliun. Awalnya ia hanya mengaku sebesar Rp 28 milyar, namun muncul ketidakpercayaan atas pernyataan Gayus, karena dia menangani 149 wajib pajak, diantaranya Chevron, Kaltim Prima Coal, Bumi Resourches dan lain-lain. Lalu terungkaplah uang yang di raup sebesar 1,7 triliun rupiah.

 

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia  (1995), pintar adalah pandai ; cakap ; mahir dalam melakukan sesuatu. Sedangkan etika adalah Nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat.

 

Kasus penyelewengan anggaran pajak memang sudah biasa di Indonesia. Namun siapa yang tidak tahu kasus penyelewengan kasus pajak yang dilakukan oleh Gayus Halomoan Partahanan Tambunan atau yang biasa di panggil Gayus Tambunan? Pria yang lahir di Jakarta, 9 Mei 1979 tersebut merupakan lulusan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) dan menjadi PNS di Direktorat Jenderal Pajak Kementrian Keuangan Indonesia. Terkuaknya kasus tersebut dikarenakan Komjen Susno Duadji menyebutkan bahwa di rekening Gayus tidak wajar, dan kejaksaan agung menyita asset milik Gayus berupa uang tunai sebesar Rp 74 Miliar di Bank Indonesia (BI).

 

Gayus divonis enam tahun penjara dan denda Rp 1 miliar oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada maret 2012. Kemudian, Mahkamah Agung (MA) menolak permohonan kasasi yang diajukan Gayus bernomor 52 K/PID.SUS/2013.

 

Majelis kasasi yang diketuai Zaharuddin Utama dengan anggota Syamsul Rakan Chaniago dan hakim ad hoc tindak pidana korupsi (tipikor) Abdul Latief justru memperberat hukuman Gayus dengan delapan tahun penjara dalam kasus pencucian uang dan penyuapan penjaga tahanan untuk dapat kabur dari tahanan.

Total hukuman diterima Gayus adalah 30 tahun pidana penjara dari kasus suap, pencucian uang, gratifikasi, dan pemalsuan paspor. Selain itu, Gayus juga diwajibkan membayar denda mencapai Rp 1 miliar.

 

Pendapat :
Berdasarkan etika, apakah perbuatan yang dilakukan Gayus termasuk baik? Tentu saja tidak, korupsi bukanlah perbuatan yang baik, karena itu harus di tendak tegas. Apalagi jumlah uang yang di korupsi tidaklah sedikit.

 

Uang yang seharusnya digunakan untuk pembangunan negeri, malah masuk ke rekening perorangan, dan di gunakan untuk kepentingan orang pribadi tersebut. Sehingga dari sektor pembangunan, negeri ini masih dapat dibilang cukup lambat.

 

Karena kasus tersebut, dapat di lihat bahwa Gayus melanggar etika etika, dan terdapat sanksi yang berupa :

  1. Sanksi Sosial, memang relatif kecil dan bersifat dapat “dimaafkan”, tapi untuk kasus sebesar ini, siapa yang tidak mengenal Gayus? Dan apakah kalian dapat memaafkan nya?
  2. Sanksi Hukum, sudah jelas, karena merugikan orang banyak dan harus ditindak tegas, se tegas-tegasnya

 

Lalu untuk pendekatan Teology, Gayus dapat dikatakan terlalu egoisme, karena terlalu mengutamakan diri sendiri, terlebih pekerjaan nya sebagai PNS di bidang pajak yang harusnya jujur melaporkan pajak para wajib pajak nya.

 

Filsafat Moral :

 

HEDONISME

Doktrin etika yang mengajarkan bahwa hal terbaik bagi manusia adalah mengusahakan “kesenangan”, dan kesenangan tersebut telah membutakan mata hati Gayus, sehingga hanya ingin melihat kesenangannya sendiri tanpa memikirkan orang lain.

 

EUDEMONISME

Bahwa dalam setiap kegiatannya manusia mengejar suatu tujuan akhir yang disebut kebahagiaan. Tetapi apa itu kebahagiaan? Apakah hanya karena uang banyak, lantas ia bahagia?

 

Memang uang dapat menjanjikan kesenangan, harta berlimpah, tapi dari segi manusia, tindakan nya tidak rasional karena merugikan banyak sekali orang.

 

UTILITARIANISME

Berdasarkan teori, enurut kodratnya manusia menghindari ketidaksenangan dan mencari kesenangan. Kebahagiaan tercapai jika manusia memiliki kesenangan dan bebas dari kesusahan.

 

Dan karena menurut kodratnya tingkah laku manusia terarah pada kebahagiaan, maka suatu perbuatan dapat dinilai baik atau buruk, sejauh dapat meningkatkan atau mengurangi kebahagiaan semua orang.

 

 

Demikian pendapat saya atas kasus diatas, mohon maaf apabila ada tulisan yang menyinggung anda, karena saya hanya mengungkapkan pendapat saya pribadi.

 

Thank you.

 

Sumber berita :

 

http://nasional.kompas.com/read/2014/11/17/11524721/Kejagung.Sita.Aset.Gayus.Tambunan.Rp.74.Miliar.di.Bank.Indonesia (diakses pada 28 Sept 2015)

 

http://nasional.kompas.com/read/2013/08/07/1151174/Berapa.Lama.Gayus.Tambunan.Harus.Mendekam.di.Penjara. (diakses pada 29 Sept 2015)

 

http://www.kompasiana.com/imranrusli/korupsi-gayus-mencapai-rp-1-7-triliun_54ff0fcea33311087950fa62 (diakses pada 29 Sept 2015)

Daftar Riwayat Hidup

Nama Lengkap                          : Felix Kurniawan
Jenis Kelamin                            : Laki-laki
Tempat dan tanggal Lahir           : Jakarta, 21 Juni 1994
Kewarganegaraan                      : Indonesia
Status                                       : Belum menikah
Tinggi dan berat badan               : 180cm, 83kg
Kesehatan                                 : Baik
Agama                                      : Katolik
Alamat                                      : Villa Taman Bandara Blok C5 No.7, Dadap – Tangerang
Telepon                                    : 0896 – 5384 – 8542
E-mail                                      : felixz.kurniawan@y7mail.com

 
 
LATAR BELAKANG PENDIDIKAN
 
 
FORMAL
2001-2006                   : SD Bethel Dadap
2006-2009                   : SMP Negeri 224 Jakarta
2009-2012                   : SMK Negeri 42 Jakarta
2012-sekarang             : Universitas Gunadarma, Cengkareng
NON FORMAL
2003-2010                    : Kursus inggris di Ronkel English course, Dadap
2014                            : Kursus MYOB, Universitas Gunadarma
 
KEMAMPUAN
 
– Mengoperasikan Microsoft Office
– Mengoperasikan Software Akuntansi (Zahir, MYOB)
– Mampu mengoperasikan akuntansi secara manual (non software)
– Instal ulang laptop / komputer, service software laptop / komputer
 
PENGALAMAN
 
– Prakerin Akhyadi & Kris Accounting Consultant (2011)
– Prakerin PT. Efit Media Teknologi (2011)
 
 
Demikian daftar riwayat hidup ini saya buat dengan sebenar-benarnya dan dapat dipertanggungjawabkan.
 
 
Hormat saya,
 
 
 
 
Felix Kurniawan
 

Apakah Koperasi Menguntungkan Secara Keuangan Bagi Anggotanya?

Koperasi yang dikelola dengan baik maka hasilnya akan baik. Dengan adanya koperasi yang baik kebutuhan para anggota dapat diperoleh di koperasi. Dengan terpenuhinya kebutuhan anggota maka semakin meningkatlah kesejahteraan anggota koperasi. Dengan memajukan kesejahteraan anggotanya berarti koperasi juga memajukan kesejahteraan masyarakat dan memajukan tatanan ekonomi nasional.
Keseluruhan tujuan koperasi adalah dalam rangka mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Pengertian sederhana yaitu  bahwa koperasi bermanfaat bagi anggotanya. Manfaat paling utama adalah kebutuhan hidup anggota dapat terpenuhi. Misalnya anggota bisa mendapatkan pinjaman dari koperasi yang ada dikantor atau instansi, sehingga anggota bisa menggunakan pinjaman tersebut sebagai modal usaha yang produktif dan dapat terbebas dari rentenir yang meminjamkan uang dengan bunga yang sangat tinggi.
Manfaat koperasi bagi anggota tidak hanya memenuhi kebutuhan anggota, tetapi anggota dapat memperoleh manfaat lain yaitu :
a.       Pada akhir tahun setiap anggota mendapat keuntungan SHU (Sisa Hasil Usaha),
b.      Anggota dapat melatih cara berorganisasi dan gotong royong,
c.       Setiap anggota dapat berlatih bertanggung jawab.
Setiap orang dewasa dapat menjadi anggota sebuah koperasi. Keanggotaan koperasi bersifat terbuka dan sukarela. Terbuka artinya anggota koperasi terbuka bagi siapa saja sesuai dengan jenis koperasinya. Keanggotaan koperasi tidak membedakan suku, derajat maupun agama. Sukarela artinya keanggotaan koperasi tidak atas paksaan. Setiap anggota mempunyai hak dan kewajiban yang sama. Sesuai dengan pengertian koperasi bahwa koperasi merupakan kegiatan ekonomi yang berasaskan kekeluargaan.
Dengan adanya koperasi anggota yang membutuhkan kebutuhan pokok dapat membeli di koperasi dengan harga yang lebih murah. Bagi anggota yang memiliki hasil produk tertentu juga dapat menjualnya di koperasi. Demikian pula para petani di desa juga dapat terhindar dari tengkulak yang membeli hasil panen dengan harga seenaknya. Koperasi bisa mendapatkan keuntungan. Meskipun koperasi tidak mengambil laba penjualan atau jasa peminjaman yang besar, namun apabila koperasi berjalan dengan lancar keuntungan koperasi pun bisa menjadi besar pula.

Apakah Prinsip Ekonomi Koperasi Sesuai Dengan Kebutuhan Bangsa Indonesia?

Koperasi di Indonesia, menurut UU tahun 1992, didefinisikan sebagai badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip-prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan.Di Indonesia prinsip koperasi telah dicantumkan dalam UU No. 12 Tahun 1967 dan UU No. 25 Tahun 1992.
Koperasi Indonesia pada dasarnya mempunyai fungsi yang sarat dengan misi pembangunan, terutama terwujudnya pemerataan.Koperasi Indonesia merupakan bagian integral dari sistem pembangunan nasional kita. Peranan itu memang sesuai dengan ketetapan mengenai fungsi koperasi sebagaimana tercantum dalam Undang-undang nomor 12 tahun 1967 tentang pokok-pokok Perkoperasian yang menegaskan bahwa koperasi sebagai alat perjuangan ekonomi guna mempertinggi kesejahteraan rakyat banyak. Orientasi usaha seperti itulah yang merupakan salah satu ciri sosial dari koperasi yang membedakannya dengan badan usaha lainnya.
Lalu apakah prinsip ekonomi koperasi sesuai dengan kebutuhan bangsa Indonesia?

Menurut saya pribadi prinsip ekonomi koperasi sesuai dengan kebutuhan bangsa Indonesia karena seperti yang kita ketahui bahwa isi dari prinsip-prinsip ekonomi koperasi sudah mencerminkan nilai-nilai Pancasila, dimana kita ketahui Pancasila adalah 5 sila dasar negara kita, yaitu Indonesia

Dasar-Dasar Hukum Koperasi Indonesia

Dasar – dasar Hukum Koperasi Indonesia

Tinjauan Umum Tentang Koperasi
Dasar hukum koperasi adalah Pasal 33 ayat (1) Undang-Undang
Dasar Negara Republik Indonesia 1945 (UUD N RI 1945) dan UndangUndang Nomor 25 Tahun 1992 Tentang Perkoperasian. Di Indonesia pengertian Koperasi menurut Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang perkoperasian, di jelaskan dalam Bab I Ketentuan Umum Pasal 1 bagian kesatu, dinyatakan bahwa Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan atas asas kekeluargaan.

Landasan-landasan koperasi dapat di bagi menjadi 3 (tiga) hal,
antara lain :
a. Landasan Idiil Koperasi Indonesia adalah Pancasila.
b. Landasan Strukturil dan landasan gerak Koperasi Indonesia
adalah Pasal 33 ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945 (UUD N RI 1945).
c. Landasan Mental Koperasi adalah setia kawandan kesadaran
berpribadi.

Di dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang perkoperasian, Pasal 2 menyatakan bahwa koperasi berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesian
Tahun 1945 (UUD N RI 1945), serta berdasar atas asas kekeluargaan. Tujuan koperasi menurut Pasal 3 Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 adalah Koperasi bertujuan memajukan kesejahteraan
anggota pada khususnya, dan masyarakat pada umumnya serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil dan makmur berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Menurut ketentuan didalam Pasal 21 Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992, perangkat organisasi koperasi terdiri dari Rapat Anggota,
Pengurus dan Pengawas

Kegiatan Sehari-hari

Hmmm, jujur saya bingung saat ditanya tentang “apa kegiatan sehari-hari anda?” karena kegiatan saya tiap hari nya tidak selalu sama. Tapi mungkin sebagai tugas, ini yang akan saya tulis, mungkin kelihatan ya mirip-mirip curhat ya, hahaha ya begitulah, langsung aja CEKIDOOTTT!!!
Senin sampai Jumat :
Kegiatan saya kalau bangun terlalu pagi, biasanya bantu” orang tua beres” rumah sampai waktunya berangkat kuliah. Biasanya pulang kuliah sekitar jam 12.00, kalau di rumah sedang tidak ada kerjaan, saya bisa main dulu bersama teman-teman saya di kampus, kadang-kadang saya ke rumah teman atau kami sama-sama pergi, nongkrong lah istilahnya, hahaha

Kalau langsung pulang dan sedang ada kerjaan, saya membantu orang tua untuk mengerjakan pekerjaan tersebut, kalo tidak ada apa”, mungkin saya hanya menonton tv / anime / movie di laptop, atau saya bermain game di laptop saya, biasanya si cuma sampai sore. Terkadang sekitar jam 5 sore atau 6 sore, saya pergi berolah raga.

Setelah berolah raga, malamnya saya terkadang membaca-baca buku, atau kalau ada tugas yah dicicil pekerjaan nya, seperti tugas ini, kemarin bikin tugas yang utama dahulu, sekarang baru dikerjain yang optional nya, haha, baru setelah itu tidur deh. terkadang sebelum tidur masi sempet-sempetnya main game / nonton anime, hehehehe

 

Untuk Sabtu dan Minggu, jadwal saya berubah lohhh, jeng jeng jeeeenggggg *sound effect*

kalau sabtunya ada kuliah. setelah kuliah, saya langsung ke gereja, gereja saya di Gereja Katolik Trinitas Cengkareng, sebagai mahasiswa saya juga harus beragama donnggggg *pede* , biasanya saya bantu” tugas di gereja, bersama teman-teman saya, setelah tugas biasanya kami terkadang main bersama / makan bersama / pulang ke rumah masing-masing.

kalau pulang ke rumah masing-masing, biasanya kegiatan saya di rumah itu main laptop / nonton anime lagi, maklum sekarang lagi “single”, jadi banyak waktu sama temen-temen.

Untuk hari minggu nya, kalau lagi bisa bangun subuh ya berarti saya ke gereja untuk bantu-bantu disana dulu. Biasanya kalo udah begitu, saya bakalan seharian di gereja lohhhh *pede lagi*, hehehe

kalo udah selese tugas, kembali ke jadwal hari sabtu lagi dehh *males ngetik panjang-panjang*

 

Sekian deh, hohohohohooooo……….

 

Prinsip-Prinsip Ekonomi Koperasi & Ciri-Ciri Khas Ekonomi Koperasi

Prinsip – prinsip Ekonomi Koperasi

Prinsip koperasi adalah suatu system ide-ide abstrak yang merupakan petunjuk untuk membangun koperasi yang lebih efektif dan tahan lama.
                Prinsip Koperasi diantaranya, sebagai berikut:
(a)    Keanggotaan koperasi bersifat sukarela dan terbuka
(b)   Pengelolaan koperasi dilakukan secara demokratis
(c)    Pembagian laba dilakukan secara adil dan sebanding dengan besarnya jasa para anggota
(d)   Pemberian balas jasa yang terbatas pada modal
(e)   Kemandirian
(f)     Pendidikan Perkoperasian
(g)    Kerjasama antar koperasi

Ciri-Ciri Khas Ekonomi Koperasi

1.       Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka
Sifat sukarela dalam keanggotaan koperasi mengandung makna bahwa menjadi anggota tidak boleh dipaksa oleh siapapun.

2.      Pengelolaan dilakukan secara demokratis

Prinsip demokrasi menunjukkan bahwa pengelolaan koperasi dilakukan atas kehendak dan keputusan para anggota. Anggota koperasi adalah pemegang dan pelaksana kekuasaan tertinggi dalam koperasi.
3.      Pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU) dilakukan secara adil sebanding dengan besarnya jasa usaha masing-masing anggota
Besarnya modal yang dimiliki anggota tidak mutlak dijadikan dasar dalam pembagian SHU. Ketentuan ini merupakan perwujudan nilai kekeluargaan dan keadilan.
4.      Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal
Terbatas disini maksudnya adalah wajar,tidak melebihi suku bunga yang berlaku dipasar.
5.      Kemandirian
Kemandirian artinya dapat berdiri sendiri tanpa bergantung pada pihak lain. Semua keputusan dan kegiatan koperasi dilandasi oleh kepercayaan, pada pertimbangan, kemampuan, dan usaha sendiri. Kemandirian juga berarti kebebasan yang bertanggung jawab pada perbuatan sendiri dan kehendak untuk mengelola diri sendiri.
Prinsip –prinsip koperasi diatas menjadi ciri khas yang membedakan koperasi dengan badan usaha yang lain. Hal ini dapat dilihat dari beberapa perbedaan,berikut ini prinsip badan usaha lain :
·        Organisasi yang dibentuk pada badan usaha lainnya berorientasi pada pengefisiensian sumber daya untuk memaksimalkan laba.
·        Badan usaha lain memproduksi produk atau jasa untuk dijual dan menghasilkan laba maksimal.
·        Sumber ekonomi badan usaha lain adalah tenaga kerja, modal atau uang, tanah dan manajemen untuk mengatur kelangsungan hidup badan usaha tersebut.
·        Pengambilan keputusan dilakukan oleh para stake holder dan para pemegang saham.
·        Pembagian keuntungan tergantung pada besarnya modal para pemegang saham.
Perbedaan mendasar antara koperasi dengan badan usaha lainnya terdapat pada tujuan yang ingin dicapai, badan usaha lain bertujuan untuk mendapatkan laba yang sebesar-besarnya sedangkan koperasi bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan hidup anggotanya baik secara ekonomi maupun sosial.